December 7, 2022

Rembang TV

TV nya Orang Rembang

Stik Mangrove, Sebuah Inovasi Pangan dalam Peningkatan UMKM Desa Dasun Rembang

Proses pemotongan adonan Stik Mangrove, tampak Ibu-ibu PKK Desa Dasun sangat antusias mengikuti pelatihan ini pada Sabtu (23/7/2022) di Balai Desa Dasun

rembangtv.com-Sektor pangan dalam perkembangannya selalu mengalami inovasi seiring dengan semakin betambahnya berbagai tantangan dalam ketahanan pangan Indonesia. Desa Dasun, Lasem, Rembang merupakan salah satu desa dengan berbagai sumber daya alam yang beragam salah satunya adalah ekosistem mangrove.

Ekosistem mangrove di Desa Dasun tersusun dari berbagai tanaman, salah satu yang paling dominan adalah tanaman bakau atau Rhizophora sp sedangkan orang Dasun menyebutnya Tokte. Bakau sendiri tumbuh subur di sepanjang Sungai Dasun. Keberadaannya hanya sampai bermanfaat untuk mencegah abrasi sungai oleh para petani tambak, tempat berkembang biaknya ikan, udang, dsb. serta sandaran perahu nelayan.

Ternyata manfaat dari tanaman bakau bukan hanya itu, ternyata daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi cemilan yang enak dan menyehatkan berupa stik. Itulah yang coba dilakukan oleh Forum Mahasiswa Rembang Semarang (FORSA) yang bekerja sama dengan tim II KKN Undip. Mereka melakukan kegiatan pemberdayaan bersama ibu-ibu PKK Desa Dasun, dengan memanfaatkan daun bakau menjadi makanan yang kaya akan nutrisi tanpa meninggalkan kelezatan dan kegurihan dari stik itu sendiri.
Stik daun bakau ini dinamakan “Stik Mangrove” merupakan inovasi pangan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi UMKM untuk kesejahteraan masyarakat Desa Dasun guna memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Ide pembuatan Stik Mangrove sendiri disambut dengan tangan terbuka oleh Kepala Desa Dasun, Sujarwo.

“Kalau memang bahan bakunya godhong tokte (bakau) itu artine sumber daya alamnya sangat mendukung. Kalau misalnya nanti bisa menjadi ekonomi, bisa menjadi cuan, ini juga menjadi satu terobosan baru,”

kata Sujarwo dalam sambutannya pada pembukaan program Desa Mitra oleh FORSA Bersama Tim II KKN Undip pada Sabtu (23/7/2022) di Balai Desa Dasun.


Pembuatan Stik Mangrove cukup mudah. Pertama pengumpulan daun bakau yang melimpah di sepanjang Sungai Dasun. Kemudian pembersihan daun dari tulang daun dengan cara dipotong. Dilanjutkan penghalusan daun bakau dengan menggunakan blender. Langkah selanjutnya perebusan cairan daun bakau.

Lanjut pencampuran bahan lain seperti tepung terigu, tepung tapioka, mentega, bawang putih, lada, potongan daun bawang, baking soda, telur, garam hingga adonan kalis. Adonan selanjutnya ditipiskan dan dipotong dengan mesin khusus yang menghasilkan bentuk stik. Selama penggunaan mesin, pemberian tepung terigu dilakukan untuk mencegah adonan lengket pada mesin. Adonan bentuk stik kemudian digoreng hingga berwarna coklat keemasan.

Pencampuran adonan dalam pembuatan Stik Mangrove dilakukan oleh Ibu Ibu PKK Dasun didampingi oleh mahasiswa di balai desa Dasun (23/7/2022)

Achmad Sholeh Syariffudin atau kerap dipanggil Sholeh, ketua Karang Taruna Desa Dasun mengungkapkan meskipun daun bakau mudah sekali ditemukan di Desa Dasun, namun inovasi pembuatan Stik Mangrove ini tergolong baru dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dasun ke depannya.

“Hal ini menjadi sebuah hal baru bagi masyarakat Dasun untuk selalu berkembang dan mengetahui semua potensi yang ada di Dasun, terlebih lagi tanaman di Desa Dasun yang memang bisa dibuat sebagai produk cemilan dan juga mangrove di Desa Dasun ini juga banyak sekali, sehingga bahan yang digunakan untuk membuat cemilan sangat gampang ditemui di Desa Dasun.”

Ungkap Sholeh saat ikut mendampingi kegiatan pada Sabtu, (23/7/2022).

Inovasi pangan berupa Stik Mangrove dapat terus mengalami perkembangan. Selain bentuk kemasan, varian rasa lain dalam stik mangrove dapat dilakukan untuk menambah nilai jual. Pengembangan tersebut dapat dijadikan sebagai ide peningkatan UMKM khas Desa Dasun selain produk olahan bandeng, Trasi dan Garam.

Penulis : Tim II KKN Undip Semarang di Desa Dasun, Lasem, Rembang