October 2, 2022

Rembang TV

TV nya Orang Rembang

Mata Air Taban Desa Bulu

Masyarakat Desa Bulu masih ingat bahwa dahulu tanah di sekitar embung taban tidak dapat diolah karena setiap kali sapinya ambles saat membajak tanah yang mendapatkan aliran air taban.

Mata Air Desa Bulu, Sumber Taban ini merupakan salah satu sumber mata air terbesar yang dimiliki Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Menurut cerita orang-orang tua zaman dahulu, sumber air taban ini pernah ditutup menggunakan gong agar air yang keluar tidak membahayakan. Selain ditutup gong besar, aliran air yang jernih dari sumber taban ini dialirkan ke embung yang ada di samping mata air taban. Melalui embung yang mengalir jernih tersebut, para warga menggunakannya untuk aktivitas mandi, mencuci, untuk mengairi areal pertanian desa setempat. Tanah bengkok Kepala Desa seluas 2 ha (hektar) mendapatkan air yang berlimpah karena tetap di bawah aliran embung. Masyarakat Desa Bulu masih ingat bahwa dahulu tanah di sekitar Embung Taban tidak dapat diolah karena setiap kali sapinya ambles saat membajak tanah tersebut.

Setelah Dinas Kabupaten Rembang (PDAM) mengetahui Desa Bulu memiliki sumber mata air yang melimpah, akhirnya sumber mata air Taban diambil oleh PDAM Rembang. Air dari mata air Desa Bulu diproyeksikan untuk mensuplai mencukupi kebutuhan air di Rembang.

Pada tahun 1977 PDAM membuat kabaring kecil dengan kedalaman 4 meter untuk mewadahi air. Namun tidak lama kemudian, pada tahun 1978 dibangunlah kabaring yang lebih besar untuk menampung air dengan tujuan tidak hanya mensuplai air ke Rembang, tetapi juga mencukupi kebutuhan air di kecamatan Sulang.

Setelah dibangun kabaring besar, dirasa merugikan masyarakat Bulu. Masyarakat mulai membandingkan keadaan saat dahulu dan sekarang. Dahulu, tanah bengkok yang dialiri air taban selalu basah, namun sekarang dalam keadaan kering. Dahulu, masih terdapat lebihan air dari sawah bengkok masih dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan Dinas Perkebunan, hingga dapat digunakan untuk mengairi tanah milik warga sekitar. Bahkan lebihan air itu masih dapat digunakan untuk waduk Desa Bulu.

Menurut masyarakat Desa Bulu, sekarang ini, masyarakat merasa kurang dalam penggunaan air dari sumber taban. Menurut Masyarakat, air taban banyak disedot PDAM daripada yang digunakan dan yang diberikan kepada masyarakat Bulu. Masyarakat desa Bulu semakin hawatir dengan keadaan mata air taban, karena sumber air Taban sebenarnya adalah sumber air dangkal. Menurut pengetahuan masyarakat Desa Bulu, tidak jauh dari lokasi kabaring, sekitar jarak 400 meter, struktur tanah berbatu itu terdapat muara aliran air seperti sungai dibawah tanah. Dan hal yang menghawatirkan lagi, saat ini masyarakat Desa Bulu kurang memperhatikan sumber air ini sendiri. Menurut masyarakat Bulu, kurangnya perhatian ini dikarenakan masyarakat sendiri merasa kekurangan dari sumber ini, karena diambil oleh PDAM. Gerakan pelestarian sumber ini tidak lagi terawat seiring penggunaan air untuk PDAM.

Keberadaan kabaring besar tepat dibawah mata air taban Desa Bulu ini, tertanam pipa air ke arah Desa Bulu, Desa Pasedan, Desa Sumurboto, Desa Kemadu, dan Desa Sulang. Pipa besi yang digunakan berukuran 5 dim (inch) dengan kedalaman tanam 1,5 meter hingga 2 meter.

Masyarakat Desa Bulu berkeinginan untuk mensertifikatkan areal tanah yang terdapat sumber mata air Taban dan Waduk. Kedua areal tanah tersebut diharapkan menjadi aset desa dalam rangka menjangkau masa depan desa Bulu dalam tercukupinya kebutuhan air. Seiring dengan hal tersebut, harapan tersebut akan memberi harapan pula partisipasi masyarakat desa Bulu menjaga penghijauan melalui penanaman pohon di sekitar sumber mata air dan waduk.

Sumber: Laporan Program Penelitian Unggulan RembangTV Tahun 2018
Kunjungi Sosial Media Rembang TV:
Akun Facebook : https://www.facebook.com/rembangtv
Fans Page Facebook : https://www.facebook.com/rembangtvoff…
Website: http://rembangtv.com/
Instagram : https://www.instagram.com/rembangtv_/…
Twitter : https://twitter.com/rembangtv?lang=en
WhatsApp : 0895412499678 (Angga)