May 18, 2022

Rembang TV

TV nya Orang Rembang

Kata Pengantar Penulis Buku Pemajuan Kebudayaan Desa Dasun

Motivasi saya melakukan penelitian ini yaitu untuk membumikan kebudayaan maritim yang berada di Desa Dasun, selain itu juga sebagai persembahan narasi lokal kepada nelayan Desa Dasun yang masih menggunakan alat tangkap tradisional guna memenuhi kebutuhan pangan mereka
Angga Hermansah, Penulis buku Pemajuan Kebudayaan Desa Dasun

Seringkali masyarakat umum memandang budaya identik dengan ritual, pakaian adat, tarian dan bahasa yang dituturkan. Namun budaya tak cukup sampai disitu, budaya melekat pada diri yang menjelma menjadi sebuah rutinitas disekeliling kita. Interaksi yang terbentuk antara manusia dengan alam menjadi kunci bahwa budaya memiliki ruang lingkup yang luas. Interaksi yang mengakar dalam kurun waktu yang lama, sekarang mulai tergerus dengan kuatnya budaya luar melalui teknologi dan informasi  yang merongrong jati diri bangsa dengan kebudayaan masa kini. Namun tak cukup dari itu kita perlu mewaspadai bagaimana kuasa budaya (!) mulai menggeser jati diri kita sebagai bangsa yang besar dengan budaya maritim yang kuat yang diturunkan oleh nenek moyang kita.

Buku ini berusaha memberikan gambaran kepada pembaca tentang budaya Desa Dasun yang merupakan desa pesisir utara Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Desa yang berada di tepi laut Jawa ini memberikan kecondongan kepada masyarakat terhadap aktivitas kemaritiman. Buku ini sebagai rangkuman bentuk kebudayaan Desa Dasun yang memiliki keberagaman budaya maritim yang kompleks. Pendeskripsian menggunakan kajian multidisipliner agar budaya tidak terperangkap dalam tempurung kekunoan yang saat ini dianggap remeh oleh banyak orang.

Buku ini memfokuskan pada unsur- unsur kebudayaan yang berada di Desa Dasun yang meliputi; Ritus Hidup Warga, Mata Pencaharian, Alat Tangkap Nelayan, Alat Produksi Garam, Pengobatan Tradisional, Permainan Anak, Kuliner Pawon, Sumur dan Rumah Warga, Tradisi Warga Desa dan yang terakhir Baju Identitas dan Pentas Seni Rakyat. Dari masing-masing unsur kebudayaan tersebut memiliki daya pancar yang memuat pengetahuan, teknologi dan produk yang kemudian diinterpretasikan menjadi program tindak lanjut yang berguna sebagai pintu masuk bagi desa untuk membuat langkah strategis guna mendukung upaya pemajuan kebudayaan desa. 

Motivasi saya melakukan penelitian ini yaitu untuk membumikan kebudayaan maritim yang berada di Desa Dasun, selain itu juga sebagai persembahan narasi lokal kepada nelayan Desa Dasun yang masih menggunakan alat tangkap tradisional guna memenuhi kebutuhan pangan mereka. Penelitian yang banyak menguras waktu, tenaga, serta pikiran ini semoga memberikan manfaat kepada semua orang. Bukan hanya itu, semoga dengan adanya buku ini bisa menjadi motivasi kepada banyak orang untuk menulis buku kebudayaan sebagai dasar pembentukan jati diri untuk pembangunan desa dengan berlandaskan potensi budaya yang dimiliki. 

Pada saat ini banyak sekali proses pembangunan desa yang tidak mempunyai landasan berfikir yang jelas. Keberhasilan pembangunan hanya dilihat dari megahnya bangunan yang sudah dibangun, tapi tidak memperhatikan manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung guna menunjang kesejahteraan masyarakat yang mandiri. Kebenaran konsep pembangunan setidaknya berlandaskan potensi alam dan budaya yang dimiliki, yang kemudian diinterpretasikan dalam sebuah konsep pembangunan berkelanjutan untuk mensupport aktivitas masyarakat yang utuh.

Dalam pembuatan buku ini saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Desa Dasun yang telah memberikan support material serta fasilitas guna menunjang penulisan buku ini. Saya ucapkan banyak terimakasih juga kepada informan lokal yang rela mengorbankan waktu pada saat wawancara yang melelahkan. Informan lokal tersebut antara lain Sutono (76 th), Lasiyem (75 th), Yon Suprayoga (61 th),Sidiq (69 th), Kuyono (65 th), Khundhori (69 th), Utomo (36 th),Sutrisno (52 th),  Sujarwo (53 th), Joko Supeno (56 th), Harnanik Untari (44 th), Sarinah (67 th), Lasmi (82 th), Achmad Sholeh Syariffudin (22 th),  Exsan Ali Setyonugroho (28 th) dan Sutono (67 th). Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman komunitas Rumah Baca Pamotan dan sahabat karib saya Achmad Sholeh Syarifudin yang selalu mendampingi saya serta melengkapi buku ini dengan karya hasil jepretan kameranya. 

Yang terakhir,  saya ucapkan terima kasih secara khusus kepada keluarga saya,  yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada saya selama proses pembuatan buku ini.

Angga Hermansah – Penulis

*) Tulisan ini merupakan kata pengantar cetakan pertama Buku “Pemajuan Kebudayaan Desa Dasun”