September 21, 2021

Rembang TV

TV nya Orang Rembang

Joko Prianto Mendobrak Cara Pandang Kesejahteraan dan Industri

Joko Prianto alias Prin saat diwawancarai Rembang Tv di rumahnya Desa Tegaldowo Gunem Rembang pada Agustus 2020 lalu

rembangtv.com– Joko Prianto atau biasa dipanggil dengan sebutan Mas Prin, adalah seorang petani dari Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang yang sejak tahun 2013 sampai sekarang aktif dalam gerakan menolak pendirian Pabrik Semen di kampung halamannya.

Joko Prianto bersama dengan warga bersuara lantang untuk melestarikan Pegunungan Kendeng Utara dari ancaman pertambangan. Hal ini ia lakukan demi terjaganya kelestarian alam di Pegunungan Kendeng Utara karena selama ini telah menghidupi jutaan manusia di sekitarnya.

Setidaknya proses demi proses hukum ia lalui bersama warga untuk mencegah ditambangnya Pegunungan Kendeng Utara dari PT. Semen Indonesia dan perusahaan yang lain. Bahkan Joko Prianto dan warga sempat menang dalam keputusan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2016. Namun ternyata hal itu tidak membuat pemangku kebijakan bergeming untuk melaksanakan Putusan MA tersebut. Bahkan Presiden Joko Widodo juga sempat membentuk Tim KLHS untuk mengkaji Pegunungan Kendeng Utara dan hasilnya merekomendasikan agar tidak ada pertambangan di kawasan tersebut.

Bagi Joko Prianto perjuangan untuk melestarikan alam demi warisan anak cucu tidak berakhir sampai di sini. Joko Prianto tetap berprinsip bahwa industri pertambangan tidak akan membuat kesejahteraan. Rembang TV berkesempatan mewawancarai Joko Prianto di kediamannya Desa Tegaldowo Gunem Rembang pada Agustus tahun 2020 lalu. Inilah pandangan Joko Prianto mengenai Air, Gunung, Pertanian, Industri, Petani, dan Pegunungan Kendeng. Dan mengapa ia berada di jalan perjuangan ini.

Video 1 Petani Hidup dan Menghidupi

Video 2 Pandangan Tentang Gunung

Video 3 Kesuburan Pegunungan Kendeng

Video 4 Air di Pegunungan Kendeng Utara

Video 5 Mendobrak Industri Pertambangan

Video 6 Air Laut Menjadi Air Tawar, Apa Bisa?

Video 7 Pertambangan Tidak Bisa Berdampingan dengan Petani